KOPDASINDO Tinjau Lokasi Pembangunan Dapur SPPG Pujangga Sunan Ampel di Blora

Menakar Kesiapan Dapur Santri: Ketua Umum KOPDASINDO Tinjau Langsung Lokasi SPPG Pujangga Sunan Ampel di Blora
Di Desa Sambiroto, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, proses itu dimulai dari tanah yang ditapaki langsung oleh para pengambil keputusan. Pada Senin, 23 Juni 2025, Ketua Umum Koperasi Dapur Sehat Indonesia (KOPDASINDO), Ibu Hafidzah Munfa’ati, bersama jajaran pengurus turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik pembangunan Dapur SPPG Pujangga Sunan Ampel.
Langkah ini menjadi penanda keseriusan KOPDASINDO dalam memastikan setiap unit dapur yang dibangun tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga siap berfungsi secara optimal sebagai pusat pelayanan gizi masyarakat. Turun langsung ke lapangan dipilih sebagai pendekatan utama agar perencanaan pembangunan benar-benar selaras dengan kondisi riil.
Ketua Umum KOPDASINDO dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Koordinator Wilayah Jawa Tengah Bapak Sukarno, S.H., Wakil Ketua Bidang Pembangunan Kyai Parsidi, S.T., M.T., Wakil Ketua Bidang Sumber Daya Manusia Bapak Sunoto, Koordinator Cabang Blora Bapak Ali Khaidar, serta sejumlah pengurus lainnya. Kehadiran lintas bidang ini menunjukkan bahwa pembangunan dapur KOPDASINDO dipandang sebagai kerja kolektif yang memerlukan keterpaduan perencanaan teknis, sumber daya manusia, dan manajemen wilayah.
Selama peninjauan, rombongan pengurus melakukan pengamatan terhadap kondisi lahan, kontur tanah, akses transportasi, serta kesiapan lingkungan sekitar lokasi pembangunan. Diskusi lapangan berlangsung untuk memetakan kebutuhan teknis, potensi hambatan, serta peluang pengembangan dapur ke depan. Setiap aspek ditelaah secara cermat guna memastikan bahwa pembangunan dapur dapat berjalan efisien tanpa mengabaikan standar keamanan dan keberlanjutan.
Bagi Ketua Umum KOPDASINDO, pengecekan fisik bukan sekadar formalitas administratif. Kegiatan ini dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab moral organisasi dalam menghadirkan fasilitas yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Dapur SPPG Pujangga Sunan Ampel dirancang sebagai simpul pelayanan gizi yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh pengelolaan dapur sehat berbasis koperasi.
Tujuan utama dari pengecekan fisik ini adalah memastikan bahwa lokasi pembangunan dapur memenuhi kriteria kelayakan teknis dan operasional. Selain itu, kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi antarbidang kepengurusan, menyelaraskan perencanaan dengan kondisi lapangan, serta menjadi pijakan awal dalam menentukan tahapan pembangunan selanjutnya.
Manfaat pembangunan dapur ini tidak berhenti pada tersedianya fasilitas fisik. Kehadiran Dapur SPPG Pujangga Sunan Ampel diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pelayanan gizi masyarakat Kabupaten Blora. Di sisi lain, dapur ini juga berpotensi membuka ruang partisipasi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan keterampilan, serta penguatan ekonomi lokal.
Wakil Ketua Bidang Pembangunan menekankan pentingnya ketepatan perencanaan agar proses pembangunan berjalan sesuai target. Sementara itu, Wakil Ketua Bidang SDM menyoroti kesiapan sumber daya manusia sebagai faktor penentu keberhasilan operasional dapur. Koordinator Wilayah dan Koordinator Cabang turut menyampaikan pentingnya sinergi antara pengurus pusat dan daerah untuk memastikan keberlangsungan program.
Melalui pengecekan fisik di Desa Sambiroto ini, KOPDASINDO kembali menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas harus dimulai dari pemahaman lapangan yang utuh. Dapur SPPG Pujangga Sunan Ampel tidak hanya diproyeksikan sebagai fasilitas penunjang program, tetapi sebagai bagian dari upaya jangka panjang KOPDASINDO dalam menghadirkan layanan gizi yang inklusif, profesional, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Natasya Munadhila Amna


